BKKBN Jabar Sinkronkan Rencana Pelaksanaan Program Pendataan Keluarga 2020

dari : bandung.pojoksatu.id

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat menggelar sosialisasi pendataan keluarga 2020.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan BKKBN tingkat kota dan kabupaten se-Jabar itu dilaksanakan di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Senin (16/12).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, S Teguh Santoso mengatakan, pendataan keluarga sudah dilaksanakan lima kali, yakni pada 1971, 1985, 1994, 2000 dan 2015. Pendataan dilakukan diseluruh wilayah Indonesia, yang menghasilkan data base keluarga by name by address.

“Pada 2020, pendataan kembali dilaksanakan dengan cakupan wilayah enam provinsi melaksanakan dengan metode sensus. Sedangkan 28 provinsi lainnya akan melaksanakan secara sampling,” ujar Teguh saat ditemui usai kegiatan.

Teguh menyebut, Provinsi Jabar terpilih sebagai salah satu wilayah yang akan melaksanakan pendataan secara menyeluruh, dengan target 15.205.660 Kepala Keluarga (KK). Kata dia, untuk menyelesaikan pendataan sesuai target pihaknya akan melibatkan 101.371 kader pendata, yang terdiri dari PPKBD, Sub PPKBD dan Kelompok KB.

“Selain tantangan dari segi jumlah keluarga yang didata, terdapat pula indikator-indikator baru dalam pendataan keluarga 2020. Momentum ini harus jadi pembuktian bahwa kinerja Penyuluh KB di Jabar memiliki kualitas yang tinggi dan dapat diandalkan,” tuturnya.

Kata Teguh, adapun hasil atau pemanfaatan yang didapat dari pendataan keluarga tersebut yakni berguna untuk program-program terkait dengan peningkatan kesejahteraan keluarga. Sedangkan untuk pendataan di 2020, pihaknya berharap hasil pendataan keluarga dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pihak.

“Tahun sebelumnya pemanfaatan pendataan keluarga untuk program-program peningkatan kesejahteraan. Nah, untuk tahun ini semoga manfaat ya bisa diperluas lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Teguh mengungkapkan, pendataan keluarga 2020 juga memerlukan peran OPD KB kota dan kabupaten. Dalam tahap persiapan ini, pihaknya meminta dilakukan pemetaan potensi lini lapangan, metode pengumpulan data yang akan digunakan (antara formulir atau smartphone) dan pemetaan jumlah KK di setiap wilayah.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan Pemerintah Daerah, mulai dari tingkat provinsi sampai unit pemerintahan terkecil (RW, RT) juga sangat dibutuhkan dukungan untuk menyukseskan program ini,” paparnya.

“Kami berharap pelaksanaan pendataan keluarga 2020 segera diwujudkan menjadi kerjasama yang
saling menguatkan,” pungkasnya.

(arh)