Optimalisasi Peran Bangga Kencana Memutus Penyebaran Corona

dari : inilahkoran.com

PANDEMI Covid-19 di Indonesia, khususnya Jawa Barat telah meluluh-lantahkan berbagai sendi kehidupan. Peran seluruh elemen melalui kolaborasi menjadi salah satu kunci sukses untuk dapat memutus mata rantai penyebaran virus Corona tersebut.

Menyadari hal itu, kolaborasi dalam memutus penyebaran Covid-19 juga terus digelorakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Jawa Barat. Bahkan, BKKBN Jabar pun mengerahkan segala kekuatan dan potensi yang dimilikinya untuk turut terlibat aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Kusmana mengungkapkan, dalam mendorong partisipasi aktif memutus penyebaran Covid-19, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk terlibat aktif.

“Kita ingin optimalisasi bangga kencana untuk dapat berperan aktif dan berjuang di garda terdepan dalam menghalau penyebaran Covid-19 di Jabar. Karenanya sejumlah langkah strategis pun telah banyak dikeluarkan BKKBN Jabar,” ungkap Uung sapaan akrab Kusmana saat menggelar video conference bersama sejumlah stake holder dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Jabar, Senin (24/4).

Uung mengungapkan, sesuai dengan perannya yang berada di garda terdepan pembinaan dan pembangunan keluarga, pihaknya telah mengerahkan 34 unit mobil penerangan di seluruh kota/kabupaten di Jabar menjadi sarana sosialisasi.

“Sosialisasi dan edukasi tentang hidup sehat ini menjadi sangat penting dalam memutus penyebaran Covid-19. Karenanya, langkah awal kita sudah mengerahkan sebanyak 34 unit mobil penerangan sebagai ujung tombak sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya.

Langkah strategis lain lanjut Uung, BKKBN Jabar juga telah mengerahkan berbagai kekuatan yang dimiliki mulai dari Tenaga Penggerak Desa, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lanjut Usia, Usaha Ekonomi Produktif, serta lini lapangan lainnya untuk terlibat aktif dalam Gugus Tugas Covid-19.

“Aktivitas yang menjadi utamanya adalah sosialisasi ke masyarakat tentang penerapan hidup sehat. Namun, keterlibatan lain di Gugus Tugas juga seperti pengecekan di ceck point termasuk dapur umum juga terlibat aktif,” tambah Uung.

Lebih lanjut, dalam video conference tersebut Uung juga memaparkan bagaimana optimalisasi sejumlah diklat untuk membantu pemerintah daerah setempat melakukan rapid test seperti Balai Diklat Cirebon yang difungsikan sebagai tempat penyelenggaraan rapid test serta penampungan sementara. Bangga kencana lanjut Uung juga menyediakan ruang konseling keluarga untuk mengurangi stres pada keluarga akibat terdampak Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDesa) Jawa Barat, Dedi Supandi yang turut dalam video conference tersebut memaparkan, dalam menghadapi pandemi Covid-19, pihaknya telah menerapkan tiga strategi penanggulangan Covid-19 mulai dari strategi pengendalian kesehatan, strategi pengadaan & distribusi SSC, serta strategi pemulihan ekonomi dan kemampuan APBD.

“Kami juga telah membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Saat ini dari jumlah desa sebanyak 5.312 desa sudah relawan sudah dibentuk di 4.346 desa atau sekitar 84,79 persen dengan jumlah total relawan sebanyak 182.532 orang dengan estimasi rata-rata 42 orang di setiap desa,” ungkap Dedi.

Dia menambahkan, terkait dengan aksi sejauh ini Tim Desa Lawan Covid-19 telah mendirikan sebanyak 4.346 posko, 2.230 ruang isolasi, 6.047 aksi sosialisasi Covid-19, menyediakan 5.312 tempat cuci tangan, kemudian 4.994 penyemprotan disinfektan, 4.252 pendataan pemudik, pendataan masyarakat rentan sakit hingga pengadaan masker sebanyak 22.061.

“Insya allah dengan berbagai kekuatan serta sumber daya yang ada di desa, maka secara bersama-sama kita akan terus melawan Corona,” ujarnya.

Dalam kegiatan video conference yang diikuti sejumlah jurnalis dari Jawa Barat yang tergabung dalam IPKB Jabar, juga turut serta beberapa perwakilan DPPKB Kota/Kabupaten, serta Ketua Koalisasi Kependudukan Jabar, Fery Hadiyanto. (ghi)