BKKBN All-Out Perang Lawan Covid-19 di Jabar, Balai Diklat pun Disulap Jadi Ruang Isolasi

dari : pikiran-rakyat.com

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memastikan diri untuk all-out dalam perang melawan virus corona atau Covid-19 di Jawa Barat. Sikap ini diwujudkan dengan mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki BKKBN untuk difungsikan dalam setiap upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana menegaskan hal itu dalam temu virtual penulis pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) tadi sore. Ngopi bareng daring ini diikuti 71 partisipan dari berbagai praktisi media dan pengelola program Bangga Kencana di Jawa Barat.

“Kami BKKBN dan organisasi perangkat daerah yang membidangi Bangga Kencana di kabupaten dan kota langsung terjun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 menggunakan mobil unit penerangan (Mupen). Total ada 24 mupen di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Ada beberapa kabupaten dan kota yang memiliki dua unit mupen,” ucap Kusmana dalam keterangan tertulisnya, Jumat 1 Mei 2020.

Tak hanya itu, BKKBN mengerahkan seluruh petugas lini lapangan untuk aktif melakukan sosialisasi dan terlibat dalam penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Bersama-sama dengan kader PKK dan relawan penggerak lainnya, para petugas lini lapangan terjun membangun dapur umum untuk menyediakan makanan jadi bagi masyarakat terdampak Covid-19.

“BKKBN memiliki 1.191 penyuluh KB, 2.000 tenaga penggerak desa dan kelurahan (TPD), 5.400-an pos KB, dan 8.000-an sub pos KB. Semuanya terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat,” ucap dia.

Tak hanya itu, BKKBN juga mengalihfungsikan sejumlah balai pendidikan dan pelatihan (Balai Diklat) miliknya menjadi lokasi rapid test dan tempat isolasi atau karantina mandiri Covid-19.

Di Cirebon misalnya, kata dia, Balai Diklat BKKBN sudah menangani sekitar 200 orang. Menurut dia, Kamis kemarin pihaknya baru saja menerima surat permohonan dari Bupati Garut Rudy Gunawan untuk dapat memanfaatkan Balai Diklat KKB Garut sebagai ruang isolasi bagi pasien yang terpapar Covid-19.

“Kami juga sangat memperhatikan kondisi keluarga. Khusus bagi keluarga yang menderita stres akibat wabah Covid-19, BKKBN Jawa Barat baru saja meluncurkan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Sauyunan di Kota Bandung untuk melayani konseling keluarga terdampak Covid-19. Masyarakat yang merasakan gejala psikis terkait pandemi Covid-19 bisa mendatangi PPKS Sauyunan. Kami menyiapkan sejumlah konselor dan tenaga ahli di sana,” ujar Kusmana.


Pelayanan Berjalan

Di sisi lain, Kusmana menjamin pelayanan Bangga Kencana tetap berlangsung selama pandemi Covid-19. Pelayanan kontrasepsi dilakukan reguler dengan terlebih dahulu membuat janji dengan petugas kesehatan yang akan melayani.

Adapun pembinaan-pembinaan peserta KB dilakukan dengan memanfaatkan layanan daring atau online. Sejumlah kanal informasi BKKBN Jawa Barat juga secara periodik menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanggulangan wabah.

Dia tidak memungkiri adanya layanan yang terpaksa ditangguhkan selama pandemi. Yakni, pelayanan yang berpotensi mendatangkan massa. Sebut saja misalnya pelayanan terpusat metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) tubektomi alias metode operasi wanita (MOW) dan vasektomi atau metode operasi pria (MOP) yang biasanya dilaksanakan berbarengan kegiatan bakti sosial atau momentum pelayanan lainnya.

“Kami terus berkoodinasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat untuk memastikan pelayanan kontrasepsi tetap berlangsung. Tentu dengan beberapa penyesuaian. Kami memastikan rantai pasok kontrasepsi tetap terjaga. Kami juga memberikan dukungan moril maupun alat bantu kepada para bidan melalui kerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Barat,” tutur dia. ***

 

Penulis : Novianti Nurulliah
Editor: Syamsul Bachri