Bawaslu Jabar: Petugas KB Jadi Incaran Para Calon Kepala Daerah

dari : rmoljabar.id

Petugas Keluarga Berencana (KB) atau Bangga Kencana menjadi sasaran untuk mendulang perolehan suara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Dengan hal itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Barat (Jabar) mengimbau kepada petugas untuk tetap netral.

Koordinator Divisi SDM Bawaslu Jabar, Wasikin Marzuki mengatakan, para petugas lini lapangan KB termasuk paling rawan mendapat penggiringan suara. Bahkan, muncul anggapan bahwa barang siapa ingin menang pilkada, maka dia harus menggandeng petugas KB.

“Ada anggapan jika menguasai petugas KB di daerah, maka 30 persen kemenangan sudah di tangan. Petugas KB bukan hanya jadi incaran iknumben, tapi juga calon lain,” kata Wasikin.

Menurutnya, siapapun yang menang pasti akan memberikan perhatian kepada program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Alasannya program KB atau Bangga Kencana merupakan program nasional yang menjadi tanggung jawab seluruh kepala daerah.

Pihaknya mengingatkan, selama pandemi Covid-19 berlaku pembatasan jumlah massa pada saat kampanye. Kampanye hanya boleh diikuti 100 orang. Sementara kampanye tertutup boleh diikuti 50 orang.

“Jika dalam 50 atau 100 orang tersebut terdapat ASN BKKBN akan sangat mudah diketahui,” ujarnya.

“Tos netral bae. Gak usah takut ke sana ke mari. Karena punya hak pilih, nanti saja di TPS. Jangan di ruang terbuka. Kalau ada petugas BKKBN, itu bakal kelihatan. Hindari saja,” kata Wasikin.

Sementara itu, imbuh Wasikin, terkait sumbangan atau dukungan program, sepanjang lebih banyak manfaat daripada mudharatnya, diterima saja. Akan tetapi, tidak ada perjanjian dengan kandidat.

“Hal tersebut menjawab terkait adanya sumbangan kepada kampung keluarga berkualitas (Kampung KB) dari salah satu calon kepala daerah,” imbuhnya.

Untuk menghindari kemungkinan salah persepsi dan peluang terjadinya pelanggaran, Bawaslu Jabar mengundang BKKBN atau organisasi perangkat daerah (OPD) di daerah untuk melakukan konsultasi. Selanjutnya, Bawaslu akan memberikan pertimbangan dan menyampaikan rambu-rambu yang berlaku.