Jadi Leading Sektor Pencegahan Stunting, BKKBN: Jangan Terburu-buru Menikahkan Anak

dari : rmoljabar.id

Stunting memang bukan permasalahan baru bagi Indonesia, sehingga berbagai pencegahan serta penanggulangan gencar dilakukan. DPR RI menilai penunjukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menangani stunting menjadi langkah yang tepat.


Anggota Komisi IX DPR RI, Adang Sudrajat mengungkapkan, BKKBN merupakan Instansi yang berhubungan erat dengan masyarakat, sehingga stunting dapat diatasi dengan edukasi bagi setiap keluarga. Pihaknya sepakat dengan Presiden terkait penunjukan BKKBN menjadi leading sektor upaya menekan angka stunting.

“BKKBN kerap bersinggungan langsung dengan keluarga, hal tersebut jadi poin penting saat mengedukasi masyarakat terhadap penyebab, dampak, dan bahayanya stunting,” ungkap Adang, Sabtu (24/10).

Menurutnya, pernikahan usia anak menjadi prioritas karena hal tersebut menjadi satu di antara persoalan dasar yang kerap ditemukan di Jawa Barat. Pasalnya, pernikahan usia anak rentan memicu stunting, tingginya angka kematian ibu ketika melahirkan, dan permasalahan lainnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Uung Kusmana menambahkan, pernikahan usia anak rentan dengan berbagai permasalahan yang mengancam calon ibu dan buah hati. Ketika perempuan di bawah usia 20 tahun harus melahirkan, berpotensi besar menyebabkan pendarahan hebat yang diakibatkan panggul ibu tidak begitu elastis untuk dilalui bayi.

“Ini berakibat fatal terhadap nyawa sang ibu, bayi yang lahir justru prematur dengan bobot yang sangat kecil dan pastinya memicu stunting,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak kepada orang tua untuk lebih menyayangi anak-anaknya serta jangan sampai pola pikir kuno dan salah masih menjadi dasar. Terburu-buru menikahkan anak di usia belia menyebabkan hal buruk yang tidak diinginkan.