Atalia : “Stunting Tidak Hanya Masalah Kemiskinan Tapi Juga Perilaku”

dari : swaragapura.com

Temu virtual evaluasi kinerja TPD/K 2021 yang diikuti peserta dari seluruh Jabar dan berapa dari luar Jabar  dengan tema Percepatan Penurunan Angka Stunting Melalui Kinerja TPD/K di Tingkat Desa mendapat apresiasi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat ( Jabar) Atalia Praratya Kamil dan kepala BKKBN  RI dr Hasto Wardoyo

Menurut Ketua TP PKK Jabar Atalia Praratya Kamil , saat ini stunting tidak hanya berkaitan factor kemiskinan tapi juga ada kaitannya dengan  dengan perilaku pasalnya berdasarkan data ada 29 persen kasus stunting pada balita berasal dari keluarga sejahtera dan 33 persen balita terkena stunting berasal dari perkotaan, “Selain kemiskinan, Faktor perilaku ibu dan  pola asuh  kurang baik dan praktik pemberian makan pada anak menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik”, Kata Atalia. “Dan juga apabila Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan dimasa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak“, tambahnya.

Oleh karena itu lanjut Atalia, Kepala BKKBN, menegaskan bahwa intervensi stunting harus lebih menjangkau di hulunya,  pelayanan terpadu dan berkelanjutan (one stop sevice), fokus pada upaya preventif, dan dapat menjangkau seluruh keluarga yang  berpotensi melahirkan anak stunting melalui perencanaan kehidupan berkeluarga. “Disini sangat diperlukan kolaborasi semua pihak, terutama TPD/K yang sehari-hari bersentuhan langsung dalam mendampingi masyarakat di lapangan”, ujarnya

Sementara itu  Kepala Perwakilan BKKBN Jabar mengatakan Jabar  merupakan salah satu provinsi  jumlah penduduk terbanyak, oleh karena  program yang dilakukan menjadi jendela secara nasional sehingga keberhasilan akan mudah direplikasi oleh provinsi lain sebaliknya kegagalan program akan mencerminan  secara nasional. “Kita harus selalu kerja sama karena Jabar menjad jendela secara nasional keberhasilan  dan kegagalan program akan menjadi cerminan secara nasional”, kata kepala Perwakilan BKKBN Jabar Wahidin.

Stunting  merupakan  program nasional, untuk itu Presiden mengamanatkan  di tahun 2024 stunting  paling tinggi 14 persen, sedangkan di Jabar dengan visi misinya juara lahir batin menargetkan  di tahun 2023 new zero stunting artinya bukan berarti bebas stunting tapi tidak melahirkan stunting baru. “Untuk mencapai hal tersebut bekerja secara pentahelik dan berkolaborasi dengan berbagai instasi atau lembaga terkait”, ujarnya.

“Secara nasional  maupun  di provinsi  angka stunting masih tinggi Untuk nasional angka stunting 27,67 persen sedangkan di Jabar  pada tahun 2019 angka stunting mencapai 26,02 persen“, pungkas kang wahid panggilan akrab Wahidin. (SG.W-002/toni jayalaksana)