Luncurkan DASHAT, BKKBN Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

SIARAN PERS
Untuk disiapkan segera

Luncurkan DASHAT, BKKBN Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Pemberdayaan Masyarakat


BOGOR | 20 Agustus 2021

Setelah Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting sebagaimanan tertuang dalam Perpres RI Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting pada 5 Agustus yang lalu, BKKBN tancap gas lakukan berbagai percepatan implementasi program, terutama yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan BKKBN dalam upaya penurunan kasus stunting adalah melakukan kombinasi intervensi spesifik dan sensitif berupa pemberian makanan yang berasal dari bahan pangan lokal dengan mekanisme pemberdayaan masyarakat dengan meluncurkan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), (20/8).

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, serentak di 10 provinsi, mulai dari Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB dan Kalimantan Barat. Di Jawa Barat sendiri peluncuran DASHAT dipusatkan di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, dengan Kampung KB yang dijadikan percontohan untuk implementasi DASHAT tahap awal adalah Kampung KB Gagak Keluarahan Sukahati Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.

Kepala BKKBN RI Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual menegaskan bahwa “DASHAT ini sebagai kegiatan memberdayakan masyarakat dalam upaya untuk pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga yang berisiko stunting. Di Kampung KB, DASHAT diharapkan bisa menghadirkan pusat gizi yang bisa memberikan pelayanan gizi seimbang bagi keluarga berisiko tersebut, karena Stunting harus diatasi sebelum 1000 Hari Kehidupan Pertama (HPK). Karena setelah 1000 HPK, struktur tulang tengkorak manusia sudah tertutup dan otak tidak bisa berkembang dengan pesat lagi, sehingga mereka ini kecerdasannya terbatas, tinggi badannya terbatas dan di hari tua mudah terkena penyakit sehingga tidak produktif”.

Kegiatan DASHAT ini dirancang dalam 3 permodelan, yaitu: Model Sosial. Pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang sebagian besar kegiatan berupa pemberian makanan gratis kepada kelompok sasaran (ibu hamil, ibu menyusui dan anak baduta). Model Kombinasi. Yaitu pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi pemenuhan gizi kelompok sasaran serta masyarakat umum dengan metode penjualan. Dan Model Komersil. Yaitu pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan metode penjualan dan penguatan KIE tentang makanan sehat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bogor, Hj. Ade Munawaroh Yasin, SH., MH yang hadir secara langsung mendukung penuh Peluncuran DASHAT ini. Hal tersebut senada dengan yang telah dijalankan Kabupaten Bogor sejauh ini. Walaupun pada masa pandemi berbagai kegiatan terhambat, namun untuk beberapa kegiatan prioritas termasuk di dalamnya yang mendukung percepatan stunting, masih tetap dijalankan. Seperti misalnya kegiatan Posyandu, yang tadinya dipusatkan di Posyandu, saat ini kader-kader diinstruksikan untuk jemput bola ke rumah-rumah keluarga sasaran, melakukan penimbangan, memberikan vitamin dan pemantauan tumbuh kembang.

“Kebijakan pencegahan dan penanggulangan stunting di Bogor sudah dilaksanakan sejak 2019, tercantum dalam RPJMD yang merupakan bagian dari visi misi bupati yaitu Panca Karsa, melalui indikator Bogor Bebas Stunting atau GoBest. Kemudian di tingkat kabupaten kami memiliki Tim Konvergensi Penanggulangan Stunting, juga perbup yang mewajibkan kades dan lurah untuk aktif dalam pencegahan dan penanggulangan stunting. Alhamdulillah sekarang angka stunting di Bogor sudah turun, dimana di tahun 2021 ini prevalensi stunting di Kabupaten Bogor berada di angka 12,69%, semoga angka ini terus turun, bisa di bawah 10% atau malah sampai bebas dari stunting di 2022”, pungkas kepala daerah dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia tersebut.

Peluncuran DASHAT ditutup dengan bincang virtual antara Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc., Dip.Com dengan para peserta virtual meeting dari berbagai provinsi. Selain memantau kesiapan DASHAT di lokus tersebut, Deputi juga menjelaskan bahwa guna mendukung pelaksanaan DASHAT ini, BKKBN bekerjasama dengan Perhimpunan Pakar Pangan dan Gizi (PERGIZI PANGAN) Indonesia, Yayasan Makanan dan Minuman Indonesia (YAMMI), serta Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia (PKGM). Universitas Gajah Mada Menyusun 2 buku yang akan digunakan sebagai referensi menu sehat untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kedua buku tersebut sudah disosialisasikan pada tanggal 13 Agustus yang lalu.

Turut hadir pada peluncuran tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, Dra. Hj. Nurhayati, M.Si. Juga beberapa jajaran direktur terkait di lingkungan BKKBN RI. (IHQ).

Sub Bidang Advokasi KIE
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat