Percepat Penurunan Stunting, BKKBN Bentuk DASHAT

dari : Swaragapura.com

Setelah Presiden Joko Widodo menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) jadi Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting. BKKBN  langsung melakukan kombinasi intervensi spesifik dan sensitif berupa pemberian makanan berbahan  pangan lokal dengan membentuk Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas , Jum’at (20/8).

Kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di 10 propinsi  dengan  menerapkan prokes 5M. ke 10 propinsi tersebut adalah Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim DI Yogyakarta, Bali, NTT, NTB dan Kalimantan Barat

Di Jawa Barat sendiri peluncuran DASHAT dipusatkan di Auditorium Setda Kabupaten Bogor, dengan Kampung KB dijadikan sebagai percontohan. Untuk implementasi DASHAT tahap awal Kampung KB Gagak Keluarahan Sukahati Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.

Kepala BKKBN RI  dr. Hasto Wardoyo,  mengatakan  kegiatan DASHAT di Kampung KB  merupakan pemberdayaan masyarakat untuk pemenuhan gizi seimbang  serta menjadi pusat pelayanan gizi bagi keluarga  beresiko stunting karena  stunting harus diatasi sebelum 1000 Hari Kehidupan Pertama (HPK)

“Setelah 1000 HPK, struktur tulang tengkorak manusia tertutup dan otak tidak berkembang  pesat lagi, sehingga kecerdasan dan, tinggi badan terbatas serta di hari tua mudah terkena penyakit ” terangnya

Hasto menuturkan kegiatan DASHAT  dirancang 3 model yaitu Model Sosial, pemberdayaan masyarakat untuk menyediakan makanan padat gizi berbahan local kepada ibu hamil, menyesui dan anak baduta, Model Kombinasi yaitu pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi berbahan lokal untuk kelompok sasaran serta masyarakat umum dengan metode penjualan

Dan Model Komersil. Yaitu pemberdayaan masyarakat untuk penyediaan makanan padat gizi dengan bahan lokal yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dengan metode penjualan dan penguatan KIE tentang makanan sehat.

“ Ketiga model tersebut  dirancang untuk pemenuhan gizi baik itu untuk ibu hamil, menyesui, Baduta (keliompok sasaran) maupun masyarakat “ ujarnya

Kehadiran DASHAT di Kabupaten Bogor sangat didukung Bupati Bogor Hj. Ade Munawaroh Yasin, Menurut Hj Ade meski masa pandemi  kegiatan terhambat tapi untuk kegiatan peroritas diantaranya penurunan angka stunting tetap berjalan

“saat ini kader-kader diinstruksikan untuk jemput bola ke rumah-rumah keluarga sasaran, melakukan penimbangan, memberikan vitamin dan pemantauan tumbuh kembang” kata Hj Ade

“ Sejak 2019 Kab Bogor sudah melaksanakan pencegahan dan penanggulangan stunting karena  bagian visi misi Bupati yaitu Panca Karsa melalui indicator Bogor bebas stunting atau GoBest” tambahnya

Kemudian di tingkat kabupaten, lanjut ade, punyaTim Konvergensi Penanggulangan Stunting, juga perbup yang mewajibkan kades dan lurah ikut aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

“Alhamdulillah sekarang angka stunting di Bogor sudah turun, dimana di tahun 2021 prevalensi stunting di Kabupaten Bogor di angka 12,69% dan semoga angka ini terus turun, bisa di bawah 10% atau bebas dari stunting di 2022” pungkas Hj Ade.(SG.W-002)