BKKBN Dorong Pemerintah Daerah Untuk Percepatan Vaksinasi Covid-19 Bagi Keluarga

TASIKMALAYA — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan pada bulan September bisa mulai membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, melalui kerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Adapun target sasaran vaksinasi per hari sebagaimana ditugaskan Presiden RI Joko Widodo, BKKBN melalui jejaringnya bersama Bidan diharapkan bisa melakukan vaksinasi kepada 700.000 orang. Ini guna mengejar target nasional vaksinasi per hari kepada 2,5 juta orang, mulai bulan depan.

Karenanya, Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) menugaskan Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc., Dip.Com bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Wahidin, M.Kes untuk melakukan kunjungan kerja ke beberapa kabupaten kota di Jawa Barat. Mengoordinasikan kesiapan sekaligus menggalang dukungan kepala daerah dalam percepatan pelaksanaan vaksinasi, Rabu (25/08/2021).

 

 

“Kami sangat bersyukur bisa bertemu dengan beberapa kepala daerah di Jawa Barat dan semuanya mendukung terhadap upaya-upaya yang sedang kami lakukan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan mempercepat program-program strategis pemerintah dalam waktu dekat ini diantaranya percepatan vaksinasi Covid-19 di seluruh Indonesia”.

Demi memenuhi target tersebut, saat ini BKKBN melalui Pusdiklat Kependudukan dan Keluarga Berencana bekerjasama dengan Kemenkes dan IBI melakukan berbagai persiapan, termasuk melakukan workshop tata laksana vaksinasi Covid-19 bagi para bidan. Jawa Barat pada akhir Agustus ini ditargetkan bisa melatih 6.060 bidan sebagai vaksinator. Serta menyiapkan tenaga lini lapangan Program Bangga Kencana untuk mendukung penggerakan serta edukasi kepada masyarakat terkait vaksinasi Covid-19.

“Persiapan di lapangan sedang dilakukan, termasuk beberapa daerah yang kami kunjungi saat ini. IBI menggerakkan anggotanya untuk dilatih sebagai vaksinator dan screening, bahkan seperti di Tasik sudah ada yang melaksanakan vaksinasi di Praktek Mandiri Bidan. Dan BKKBN akan menyiapkan Penyuluh KB, TPD sampai dengan Sub PPKBD untuk menggerakkan serta mengedukasi masyarakat. Selain itu juga bisa terlibat di teknis nya, termasuk para remaja GenRe yang bisa dilibatkan dalam pencatatan”.

Hal ini memperoleh sambutan positif dari para kepala daerah yang menerima langsung kedatangan Deputi dan Tim. Seperti yang diutarakan Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto, S.I.P. “kami menyambut baik apa yang telah ditugaskan, termasuk pemanfaatan tenaga bidan di wilayah kami. Dan semoga santri, anak-anak dan pasar-pasar bisa menjadi prioritas dengan adanya percepatan vaksinasi ini. Untuk di lapangan kami sudah siapkan tenaga-tenaga ambulance motor, call center, sampai berkolaborasi dengan para kyai dan alim ulama dalam menyosialisasikan Covid-19 melalui majelis taklim dan pesantren”.

Selain itu, Deputi juga menitipkan agar Kabupaten Kota semakin baik dalam mengelola DAK, dan secara khusus kepada Tasik berharap agar ada dukungan ditingkatkan dalam aspek tata kelola kelembagaan. Terlebih di tahun depan akan ada tambahan penugasan terkait percepatan penurunan stunting yang tentu membutuhkan dukungan aspek kelembagaan yang lebih memadai untuk percepatan pencapaian program. (IHQ)

 

Sub Bidang Advokasi KIE
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat