Depan > Index Berita > ADA 3 TIPE ORANG TUA DALAM MENGASUH ANAK, ANDA TERMASUK YANG MANA?
ADA 3 TIPE ORANG TUA DALAM MENGASUH ANAK, ANDA TERMASUK YANG MANA?
Jumat, 31 Maret 2017
Bandung – Perwakilan BKKBN Jabar Online : Setiap orangtua menginginkan buah hatinya menjadi orang-orang yang soleh, berprestasi dan sukses menjalani masa depannya. Namun di saat yang sama, banyak orangtua yang tidak memahami cara pengasuhan yang baik kepada anak-anak mereka.

Netty Prasetiyani Hermawan, pakar dibidang pengasuhan anak dan ketahanan keluarga, yang juga sebagai Ketua TP-PKK Jawa Barat membeberkan fakta tentang tiga jenis orang tua dalam hal pengasuhan anak dewasa ini. Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah ketahanan keluarga bagi kader dan pengurus PKK Kabupaten/Kota se-Jawa Barat di Bandung baru-baru ini. Anda termasuk yang mana?


1. Tipe Orang Tua Nyasar

Orangtua jenis ini ingin anak-anaknya menjadi soleh, baik dan berhasil, tetapi pengetahuan yang dimilikinya tidak berbanding lurus dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membimbing anak-anaknya. Mereka juga kurang peduli dalam mengikuti proses tumbuh kembang anak-anaknya, dan sering membiarkan anak-anak akrab dengan televisi, gawai (gadget) ataupun games tanpa kontrol orang tua. Padahal tidak semua tontonan di televisi layak ditonton anak, demikian pula dengan paparan informasi dari media online ataupun games, termasuk ancaman pornografi.

“Setiap minggu sebanyak 4000 situs pornografi baru muncul meskipun upaya pemblokiran terus dilakukan pemerintah” tutur Netty.

Tipikal orang tua jenis ini umumnya sumber informasi yang didapatnya juga bersumber dari tayangan-tayangan televisi seperti sinetron, gossip dan hiburan lainnya yang tidak edukatif.


2. Tipe Orang Tua Bayar

Orangtua jenis ini selalu mengandalkan pihak ketiga untuk urusan pendidikan, pengasuhan anak-anaknya. Semisal untuk urusan kesolehan dan kecerdasan anak, mereka serahkan kepada guru mengaji atau guru sekolahnya meski harus membayar sangat mahal. Padahal tanggungjawab pendidikan, pengasuhan, perlindungan dan pembentukan karakter anak sejatinya yang pertama dan utama ada pada orangtua.

Tipikal orangtua seperti ini biasanya orangtua yang sibuk dengan urusan pekerjaannya, sehingga tidak punya banyak waktu berkumpul dan bercengkerama bersama anak-anaknya.


3. Tipe Orangtua Sadar 

Orangtua sadar adalah tipe orangtua yang mau belajar, yang menyadari bahwa dirinya bukan manusia sempurna, sehingga perlu belajar bagaimana mengasuh anak yang baik. Orangtua sadar menyadari bahwa ada kebutuhan yang harus dipenuhi terhadap anak-anaknya, tidak semata kebutuhan fisik semata, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan kecerdasan, spritual dan pembangunan karakter anak.

Setiap anak memiliki sifat yang berbeda-beda, sehingga perlakuan dalam pengasuhannya juga berbeda. Inilah mengapa orang tua harus mau belajar. “Anak pertama dengan anak kedua saja sudah beda sifatnya, bagaimana mau membandingkannya dengan anak orang?” tutur Netty.

Orangtua sadar dalam prakteknya mampu membangun komunikasi yang komunikatif, dialogis dan harmonis terhadap anaknya, contohnya dengan menyampaikan pesan-pesan motivasi dan perhatian disaat anak menjelang tidur atau sebelum pergi sekolah.

Menurut Netty kesadaran orangtua dalam pengasuhan anak adalah langkah awal membangun ketahanan keluarga. “Ketahanan keluarga hanya akan lahir dari orangtua yang memiliki kesadaran bahwa ia punya tugas dan tanggung jawab besar untuk menjaga, mengasuh, mendidik dan melindungi anak-anaknya dari berbagai unsur yang sekarang ini ada disekitar kita, termasuk yang kita hadirkan secara sengaja seperti TV dan gawai” tutup Netty.

 

Lalu bagaimana dengan anda? Apakah anda termasuk orangtua sadar? (HK)