Depan > Index Berita > JABAR GUNAKAN HASIL PK 2015 UNTUK RE-AKURASI DATA R/R
JABAR GUNAKAN HASIL PK 2015 UNTUK RE-AKURASI DATA R/R
Rabu, 19 April 2017
Bandung – Perwakilan BKKBN Jabar Online : Akurasi data merupakan salah satu yang fundamental dalam pengambilan kebijakan penyelenggaraan program KKBPK. Bila kebijakan berangkat dari sumber data yang akurat, maka semakin besar peluangnya menghasilkan keputusan yang baik, sebaliknya bila berangkat dari data yang salah, dapat dipastikan kebijakan yang diambil juga salah (garbage in-garbage out).

Menyikapi pentingnya ketersediaan data yang akurat, BKKBN berupaya membenahi kualitas data hasil pencatatan dan pelaporan rutin (R/R - Record and Reporting). Pasalnya selama ini data R/R dinilai kurang akurat, terutama yang menyangkut dengan CPR atau angka kesertaan ber-KB.

Berdasarkan laporan yang masuk dalam sistem R/R, setiap tahun di Jawa Barat terdapat 1,3 hingga 1,4 juta peserta KB baru (PB). Namun dari jumlah sebesar itu ternyata tidak memberikan kontribusi besar terhadap bertambahnya peserta KB aktif (PA). Pada tahun 2016 lalu saja kontribusi PB hanya menambah sekitar 15 ribuan PA saja.

Menanggapi hal ini, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sugilar menduga kemungkinan adanya kesalahan dalam sistem R/R, seperti melaporkan pelayanan ganti cara (GC) sebagai PB. “Padahal semestinya GC bukan PB” tandas Gilar saat membuka kegiatan Orientasi dan Sarasehan Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2015 di Hotel Golden Flower Bandung, selasa (18/4), yang diikuti para petugas pengelola data Record dan Reporting (R/R) program KKBPK dari 27 Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Karenanya, untuk membenahi kualitas dan akurasi data R/R, Gilar meminta agar semua data R/R dapat diputihkan dengan mengacu kepada data hasil Pendataan Keluarga (PK) 2015. Berdasarkan hasil PK 2015 memang diketahui adanya perbedaan hasil capaian yang siginifikan. Menurut PK pencapaian CPR berada di 66 persen, sedangkan data R/R sudah sangat tinggi, mencapai 72 persen.

Pemutihan data melalui data hasil PK ini menurut Sugilar semata agar dapat memberikan input yang benar sesuai kondisi di lapangan. “Kita tidak ingin capaian-capaian yang di atas kertas tinggi, tetapi kenyataan di lapangannya berbeda” kata Gilar. Terlebih pada bulan Juli mendatang data-data ini akan dibuktikan melalui Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI).

Sementra itu, Kasubbid Data dan Informasi Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Edi Purnomo saat ditemui di tempat yang sama mengungkapkan bahwa pertemuan ini sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) tingkat provinsi pada februari lalu bahwa sudah disepakati untuk menggunakan data hasil PK 2015 sebagai dasar pelaporan R/R rutin. Namun sepertinya pengelola data di Kabupaten/Kota masih kesulitan dalam menindaklanjutinya. “Jadi pada pertemuan ini kita akan identifikasi apa saja kesulitannya untuk dicari jalan keluarnya” terang Edi. (HK)

SAAF.jpg