Depan > Index Berita > NETTY HERYAWAN : JUMLAH PENDUDUK BERIMPLIKASI PADA PEMENUHAN LAYAHAN PUBLIK
NETTY HERYAWAN : JUMLAH PENDUDUK BERIMPLIKASI PADA PEMENUHAN LAYAHAN PUBLIK
Senin, 4 September 2017
Bandung –  Perwakilan BKKBN Jabar Online : Ketua TP PKK Jabar Netty Prasetyani Heryawan mengungkapkan besarnya tantangan pembangunan Jawa Barat akibat dampak laju pertumbuhan penduduk. Ia menyebutkan jumlah penduduk Jawa Barat yang menginjak 46,7 juta jiwa berimplikasi pada tuntutan pemenuhan layanan publik yang semakin tinggi.

Salah satu dicontohkannya terkait pemenuhan ruang belajar bagi peserta didik yang terus meningkat. “Padahal Pemprov Jabar telah membangun sebanyak 13 ribu ruang kelas baru pada tahun 2011 – 2013, ditambah 20 ribu ruang kelas baru pada periode II kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan”, kata Netty saat memimpin Rapat Koordinasi PKK-KB-Kesehatan di Kantor PKK Jabar, jalan Sukarno-Hatta Bandung, rabu (30/8).

“Kalau masyarakat tidak paham substansinya secara komprehensif, pasti akan menyalahkan satu pihak saja” sebut Netty.

Padahal jumlah rombongan belajar dalam satu kelas sudah diatur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan setiap sekolah juga terbatas jumlah kelasnya, lanjut Netty.

Untuk itu ia meminta seluruh pihak serius menyikapi masalah kependudukan. Semua pihak menurutnya harus memiliki kesadaran bahwa masalah kependudukan multi dimensi. Masalah kependudukan juga berbanding lurus dengan masalah kemiskinan dan masalah ketahanaan keluarga yang rentan. Jadi masalah kependudukan adalah tentang kuantitas yang tidak dibarengi dengan kualitas penduduk, pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Netty juga mengharapkan forum rapat koordinasi ini dapat meningkatkan kesiapan tim penggerak PKK dan pengelola program terkait, seperti BKKBN, Dinas Kesehatan, DP3AKB dan DPMD di semua tingkatan dalam pelaksanaan kegiatan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan yang akan dilaksanakan mulai oktober hingga desember mendatang.

Sementara itu, Ketua Pokja IV TP-PKK Jawa Barat, Tetty M. Djamhur saat dikonfirmasi di tempat yang sama mengatakan bahwa fokus dari kesatuan gerak PKK-KB-Kesehatan berkaitan dengan masalah laju pertumbuhan penduduk, angka kematian ibu dan bayi, unmetneed, serta sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kesatatuan gerak PKK-KB-Kesehatan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan TP-PKK setiap tahunnya dalam bentuk intensifikasi lintas sektor di bidang pemberdayaan keluarga, keluarga berencana dan kesehatan. Tahun ini merupakan pelaksanaan yang ke 33 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1994.

Pada periode tahun 2016 lalu, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang sukses melaksanakan kegiatan ini, ditandai dengan beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat yang berhasil juara di tingkat nasional yang diperlombakan TP-PKK pusat. Diantaranya adalah Kota Bandug yang meraih Pakarti Utama I lomba Posyandu, disusul Kota Depok meraih Pakarti Utama III Lomba Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan, dan Kota Bekasi yang meraih Pakarti Utama III lomba Lingkungan Bersih dan Sehat. (HK).​

tewrtwe.jpg