Depan > Index Berita > KAMPUNG KB SUKAMULYA - CILEULEUS KEMBANGKAN INOVASI MODEL KAMPUNG KB MELALUI BUDIDAYA TELOR
KAMPUNG KB SUKAMULYA - CILEULEUS KEMBANGKAN INOVASI MODEL KAMPUNG KB MELALUI BUDIDAYA TELOR
Sabtu, 5 Mei 2018

Tasikmalaya  – Perwakilan BKKBN Jabar Online : Kampung KB Sukamulya Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, pada jumat (4/5) mendapat kunjungan praktek lapangan dari Balai Diklat KKB Garut, yang juga dihadiri Sekda Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa. Sukamulya dinilai memiliki inovasi pengembangan kampung KB yang khas dalam hal pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam kampung petelur.

Dalam kunjungan tersebut Iwa mengatakan bahwa kampung KB Sukamulya digadang menjadi salah satu model kampung KB percontohan di wilayah Priangan Timur. Bahkan menurutnya apa yang telah dilakukan Sukamulya merupakan pilot project untuk dikembangkan lebih luas se-Jawa Barat.

Budidaya ayam kampung petelor di Kampung KB Sukamulya sendiri dilakukan melalui kemitraan dengan investor, dimana warga dititipkan 10 sampai 30 ekor ayam beserta pakannya, sedangkan kandangnya oleh warga sendiri. Bila ayam nantinya bertelur, maka pihak investor sendiri yang akan membelinya.

Iwa sendiri menilai pola kemitraan ini memiliki prospek pasar yang cukup baik. “Demand-nya cukup besar, telor tersebut cukup dipasarkan di Tasikmalaya saja, tidak perlu sampai ke luar daerah,” jelas Iwa.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan investor dalam program ini. Menurutnya pola kemitraan seperti ini jauh lebih baik, karena bentuknya tidak sebatas bantuan saja. Perusahaan tetap memberikan pendampingan bagi warga setiap hari bersamaan dengan membeli telor-telor tersebut. Tugas pemerintah menurutnya ada dalam rangka memfasilitasi.

Terkait dengan locus Kampung KB dalam kaitannya dengan budidaya telor ayam ini, menurutnya justru mencerminkan keberhasilan program kampung KB tersebut. Makna kampung KB jelasnya adalah bagaimana hidup guyub sesama warga, serta bersama-sama membangun kesejahteraan dengan semangat silih asah, silih asih dan silih asuh. Hal ini lah yang tercermin dalam program pemberdayaan di Kampung KB Sukamulya ini.

Hal senada disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sukaryo Teguh Santoso yang juga turut dalam kunjungan praktek lapangan ini. Ia menjelaskan bahwa kampung KB adalah bagaimana mengimplementasikan delapan fungsi keluarga dalam kehidupan masyarakat dan keluarga, mulai dari fungsi agama, reproduksi, kasih sayang, perlindungan, sosial, ekonomi, budaya dan pelestarian lingkungan.

Menurutnya KB tidak semata tentang kontrasepsi saja, atau tentang dua anak cukup, tetapi punya makna yang lebih luas, yaitu tentang bagaimana menghadirkan kesejahteraan, mewujudkan kesehatan ibu dan anak, menghasilkan SDM berkualitas, dan mengendalikan kependudukan.

“Jadi Kampung KB bukan kampung yang hanya ngurusin akseptor KB, tapi betul-betul menjawab kebutuhan masyarakat dan keluarga,” tandas Teguh.

Di Kabupaten Tasikmalaya sendiri saat ini terdapat sebanyak 351 kampung KB. Sedangkan di seluruh Jawa Barat jumlahnya sudah mencapai 1.326 Kampung KB. Meski terbilang besar, Teguh mengatakan jumlah tersebut baru sebatas tahap pembentukan dan pelembagaannya saja. Untuk itu ia mengharapkan jumlah sebesar tersebut perlu didayagunakan agar keberadaannya dapat membawa manfaatnya bagi keluarga dan masyarakat.

“Saya pikir di Sukamulya ini para keluarga benar-benar memahami manfaat adanya Kampung KB,” pungkasnya. (HK)

sfss.jpg