Hubungan Antar Variabel-Variabel Karakteristik Keluarga Di Jawa Barat (Bagian 1)

oleh :
Dr. Ir. Herien Puspitawati, M.Sc., M.Sc
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia,
Institut Pertanian Bogor


Pendahuluan

Kunci sukses menghadapi tantangan Bangsa jangka menengah dan panjang di Jawa Barat khususnya dan di indonesia umumnya  terletak pada kualitas sumberdaya manusia  yang berkualitas, handal dan berkarakter yang berasal dari unit keluarga.  Peran dan fungsi keluarga sangat menentukan kualitas bangsa karena keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang, menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan  kepribadian  individu. Upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia sejak dini secara sungguh- sungguh harus diterapkan di dalam keluarga.  Oleh karena itu semua persoalan dan pemecahan keluarga berawal dari keluarga.  Kualitas keluarga menentukan kualitas masyarakat dan akhirnya menentukan kualitas suatu negara. Payung hukum yang menaungi urusan keluarga di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
  • Ditambah dengan diterbitnya Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada Lampiran I huruf   Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sub Urusan 2. Keluarga Berencana, poin d: Pengelolaan dan Pengendalian Sistem Informasi Keluarga.
  • Peraturan Pemerintah No. 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga; mengamanatkan bahwa dalam rangka mendukung penyelenggaraan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) diperlukan data dan informasi keluarga yang dikelola dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA).

Berdasarkan  pendataan keluarga di Jawa Barat dapat dijelaskan sebagai berikut:

  • Cakupan pada Profil Keluarga Jawa Barat 2019 adalah data keluarga yang sudah di-entry dan masuk ke dalam Sistem Aplikasi Pendataan Keluarga mulai tahun 2015 sampai dengan Desember 2019, yang bersumber dari hasil Pendataan Keluarga 2015 dan pemutakhirannya.
  • Cakupan yang terdata terdiri atas 27 Kabupaten/Kota (100,00%), 626 kecamatan (99.84%), 5.965 Desa/Kelurahan (100,00%), 53.692 Rukun Warga (97,44%) dan 211.826 Rukun Tetangga (88,00%) di seluruh Jawa Barat.

Adapun hasil Pemutakhiran Basis Data Keluarga Indonesia yang dilakukan sampai dengan bulan Desember 2019, maka hasil pendataan keluarga dijelaskan secara garis besar sebagai berikut:

  • Terdata sebanyak 12.980.611 keluarga yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Barat.
  • Kepala keluarga yang berjenis kelamin laki-laki lebih tinggi (87,45%) dibandingkan kepala keluarga berjenis kelamin perempuan (12,55%).
  • Persentase kepala keluarga dengan tingkat pendidikan rendah (kepala keluarga maksimal hanya dapat menempuh pendidikan sampai tingkat SD) sebesar 48,68%, pendidikan sedang (kepala keluarga tamat SMP atau tamat SMA) sebesar 43,46% dan pendidikan tinggi  (tamat perguruan tinggi) sebesar 7,86%.
  • Dari 12.980.611 kepala keluarga; sebagian besar KK memiliki pekerjaan (93,53%) dan hanya 6,47% KK yang tidak bekerja.
  • Berdasarkan kelompok umur, persentase tertinggi berada pada kelompok usia 0-14 tahun yaitu sebesar 23,65% dari jumlah jiwa di Jawa Barat sebesar 44.350.947 jiwa, sedangkan persentase terendah berada pada kelompok usia >65 tahun yaitu sebesar 5,57%.
  • Rata-rata jumlah jiwa per keluarga  di Jawa Barat adalah 3,4; artinya setiap keluarga di Jawa Barat memiliki anggota keluarga antara 3-4 orang.
  • Jumlah laki-laki sebesar 22.676.861 jiwa dan jumlah perempuan 21.674.086 jiwa, sehinggga rasio jenis kelamin di Jawa Barat adalah 105. Hal ini berarti bahwa di Jawa Barat jumlah laki-laki lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah perempuan.
  • Rasio Ketergantungan merupakan perbandingan antara penduduk belum/tidak produktif (usia 0-14 tahun dan usia 65+) dengan penduduk usia produktif (usia 15-64 tahun).   Jumlah penduduk kelompok usia 0-14 tahun di Jawa Barat sebesar 10.487.125 jiwa, penduduk kelompok usia 15-64 tahun sebesar 31.395.086 jiwa, dan penduduk kelompok usia lebih dari 65 tahun sebesar 2.486.736 jiwa.  Rasio ketergantungan total (RK total) sebesar 41,3, artinya di Jawa Barat setiap 100 orang yang berusia produktif harus menanggung sebanyak 41 orang yang belum/tidak produktif.

Dalam rangka mempertajam mengetahui karakteristik keluarga di Jawa Barat, maka perlu dilakukan uji hubungan antar variabel-variabel karakteristik keluarga.  Tujuan khusus tulisan ini adalah:

  1. Menganalisis hubungan antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var 7 sampai Var  12).
  2. Menganalisis hubungan antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var7 sampai Var 12) dengan indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan (Var 13 sampai Var 19).
  3. Menganalisis hubungan antara variabel-variabel indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).
  4. Menganalisis hubungan antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var 7 sampai Var 12) dengan indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).

Tulisan ini dibagi dalam 3 hal, yaitu menjelaskan  (1) Pendahuluan  yang berisi latar belakang identifikasi secara umum profil keluarga di Jawa Barat tahun 2019  (BKKBN Jawa Barat.  2020),  (2)   Uraian hubungan antar variabel-variabel karakteristik keluarga di  Jawa  Barat sekaligus menjawab 4 (empat) tujuan khusus dari tulisan ini, dan (3) Kesimpulan dan saran.


Variabel Indikator Pembangunan Keluarga

Indikator Pembangunan Keluarga terdiri atas dimensi (BKKBN Jawa Barat, 2020):

  • Indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera.
  • Indikator pengembangan keluarga sejahtera.
  • Indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan.
  • Indikator rumah keluarga sehat.

Tabel Indikator Pembangunan Keluarga.

Sumber:  BKKBN Jawa Barat,  2020.