Hubungan Antar Variabel-Variabel Karakteristik Keluarga Di Jawa Barat (Bagian 3)

oleh :
Dr. Ir. Herien Puspitawati, M.Sc., M.Sc
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia,
Institut Pertanian Bogor


Menjawab Tujuan Khusus Ke-2

Untuk menjawab tujuan khusus ke-2 adalah untuk menganalisis  hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var7 sampai Var 12) dengan indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan (Var 13 sampai Var 19).

Tabel 2.3  menyajikan tabel matriks korelasi antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var 7 sampai Var 12) dengan indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan (Var 13 sampai Var 19).    Tabel 2.3 dan Gambar 2.2  adalah analisis untuk menjawab tujuan khusus 2.   Adapun variabel indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan adalah:

  • Var 13.    Keluarga punya balita (0-1 tahun) ikut Posyandu.
  • Var 14.    Keluarga punya balita (1-4 tahun) ikut Posyandu.
  • Var 15.    Keluarga punya balita (0-4 tahun) ikut BKB.
  • Var 16.    Keluarga punya remaja (10-24 tahun) ikut BKR.
  • Var 17.    Keluarga ikut PIK-R ikut PIK R/M.
  • Var 18.    Keluarga lansia atau punya lansia iku BKL.
  • Var 19.    Keluarga ikut UPPKS.

Tabel 2.3.  Tabel matriks korelasi antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var 7 sampai Var 12) dengan indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan (Var 13 sampai Var 19).

Keterangan:  * (p  ≤ 0,05) ; ** (p  ≤ 0,01). Diolah dengan Pearson Correlation.
Sumber:  BKKBN Jawa Barat,  2020 (diolah).

Hubungan  antar variabel yang berkorelasi positif/negatif  dapat ditulis secara statistik dengan urutan koefisien terbesar sampai terkecil dan mulai dari korelasi positi ke negatif  sebagai berikut:

  • Var 13 berhubungan positif signifikan dengan Var 2 (r= 0,52**), Var 7 (r= 0, 52**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 8 (r= -0,48*), Var 12 (r= -0,42*).
  • Var 14 berhubungan positif signifikan dengan Var 2 (r= 0,52**), Var 7 (r= 0, 52**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 8 (r= -0,48*), Var 12 (r= -0,42*).
  • Var 19 berhubungan positif  signifikan dengan Var 12 (r= 0,62**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 6 (r= -0,72**), Var 2 (r= -0,69**), Var 3 (r= -0,60**), Var 4 (r= -0, 55**), Var 1 (r= -0,47*), Var 9 (r= -0,40*) dan  Var 11 (r= -0,40*).

Hasil korelasi seperti tersaji pada tabel matriks korelasi dapat diterjemahkan berdasarkan penjelasan makna hubungan antar variabel adalah sebagai berikut:

  • Var 13 (Keluarga punya balita (0-1 tahun) ikut Posyandu) berhubungan positif  signifikan dengan Var 2 (Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali sehari (makan 2 kali sehari)) (r= 0,52**), Var 7 (Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih menjadi peserta KB (peserta KB)) (r= 0, 52**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 8 (Keluarga memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000,00 (tabungan)) (r= -0,48*), Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus)) (r= -0,42*).
  • Var 14 (Keluarga punya balita (1-4 tahun) ikut Posyandu) berhubungan positif  signifikan dengan Var 2 (Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali sehari (makan 2 kali sehari)) (r= 0,52**), Var 7 (Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih menjadi peserta KB (peserta KB)) (r= 0, 52**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 8 (Keluarga memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000,00 (tabungan)) (r= -0,48*), Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus))   (r= -0,42*).
  • Var 19 (Keluarga ikut UPPKS) berhubungan positif  signifikan dengan Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus))  (r= 0,62**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 6 (Seluruh anggota keluarga menjalankan ibadah agama sesuai ketentuan agama yang dianut (ibadah)) (r= -0,72**), Var 2 (Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali sehari (makan 2 kali sehari)) (r= -0,69**), Var 3 (Seluruh anggota keluarga bila sakit berobat ke fasilitas kesehatan (berobat)) (r= -0,60**), Var 4 (Seluruh anggota keluarga  memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian (pakaian berbeda)) (r= -0, 55**) Var 1(Keluarga membeli satu stel pakaian baru untuk seluruh anggota keluarga minimal setahun sekali (1 stel pakaian)) (r= -0,47*), Var 9 (Keluarga melakukan komunikasi antar anggota keluarga (komunikasi)) (r= -0,40*) dan  Var 11(.  Keluarga memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya (akses media)) (r= -0,40*).

       Interpretasi secara garis besar adalah:

  • Keluarga yang punya balita (0-1 tahun) apabila ikut Posyandu, maka ada kecenderungan:
    • Merupakan Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih yang menjadi peserta KB
    • Mampu makan Minimal 2 Kali Sehari
    • Memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial .
    • Kurang memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000.
  • Keluarga yang punya balita (1-4 tahun) apabila ikut Posyandu, maka ada kecenderungan:
    • Merupakan Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih yang menjadi peserta KB.
    • Mampu makan minimal 2 kali sehari.
    • Kurang memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000,00.
  • Keluarga yang ikut UPPKS, maka ada kecenderungan:
    • Mampu makan minimal 2 kali sehari.
    • Membeli satu stel pakaian baru untuk seluruh anggota keluarga minimal setahun sekali.
    • Memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian.
    • Bila sakit berobat ke fasilitas kesehatan.
    • Menjalankan ibadah agama sesuai ketentuan agama yang dianut.
    • Memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial.
    • Melakukan komunikasi antar anggota keluarga.
    • Keluarga memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya.

 


Menjawab Tujuan Khusus Ke-3

Untuk menjawab tujuan khusus ke-3 adalah untuk menganalisis  hubungan antara  variabel-variabel indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).

Tabel  2.4.  menyajikan tabel matriks korelasi antara variabel-variabel indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27). Tabel 2.4  dan Gambar  2.3 adalah analisis untuk menjawab tujuan khusus 3. Adapun variabel yang dikorelasikan adalah:

  • Var 20.  Keluarga berdasarkan  jenis atap rumah genteng/sirap (atap genteng).
  • Var 21.  Keluarga berdasarkan  jenis lantai ubin/keramik (lantai ubin).
  • Var 22.  Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik).
  • Var 23.  Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas).
  • Var 24.  Keluarga berdasarkan  kepemilikan rumah milik sendiri (rumah milik).
  • Var 25.  Keluarga berdasarkan  luas rumah ≥ 8 meter(luas rumah).
  • Var 26.  Keluarga berdasarkan  sumber air minum ledeng/kemasan (ledeng.
  • Var 27.  Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri).

Tabel 2.4.  Tabel matriks korelasi antara variabel-variabel indikator  rumah keluarga sehat.

Keterangan:  * (p  ≤ 0,05) ; ** (p  ≤ 0,01). Diolah dengan Pearson Correlation.
Sumber:  BKKBN Jawa Barat,  2020 (diolah).

Hubungan  antar variabel yang berkorelasi positif/negatif  dapat ditulis secara statistik dengan urutan koefisien terbesar sampai terkecil dan mulai dari korelasi positi ke negatif  sebagai berikut:

  • Var 22 berhubungan positif signifikan dengan Var 20 (r= 0,40*).
  • Var 24 berhubungan positif signifikan dengan Var 23 (r= 0,59**).
  • Var 26 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (r= 0,67**), Var 22 (r= 0,54**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 24 (r= -0,53**).
  • Var 27 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (r= 0,65**) dan  Var 25 (r= 0,57**).

Hasil korelasi seperti tersaji pada tabel matriks korelasi dapat diterjemahkan berdasarkan penjelasan makna hubungan antar variabel adalah sebagai berikut:

  • Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) berhubungan positif  signifikan dengan Var 20 (Keluarga berdasarkan  jenis atap rumah genteng/sirap (atap genteng)) (r= 0,40*).
  • Var 24 (Keluarga berdasarkan kepemilikan rumah milik sendiri (rumah milik)) berhubungan positif  signifikan dengan Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= 0,59**).
  • Var 26 (Keluarga berdasarkan sumber air minum ledeng/kemasan (ledeng) berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= 0,67**), Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) (r= 0,54**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 24 (Keluarga berdasarkan  kepemilikan rumah milik sendiri (rumah milik)) (r= -0,53**).
  • Var 27 (Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri) berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= 0,65**) dan  Var 25 (Keluarga berdasarkan  luas rumah ≥ 8 meter(luas rumah )  (r= 0,57**).

 Interpretasi secara garis besar adalah:

  • Keluarga yang mempunyai  sumber penerangan listrik  cenderung untuk:
  • Mempunyai rumah dengan jenis atap rumah genteng/sirap.
  • Memiliki rumah.
  • Mempunyai bahan bakar listrik/gas.
  • Memiliki sumber air minum ledeng/kemasan.
  • Mempunyai fasilitas BAB jamban.
  • Mempunyai  luas rumah ≥ 8 meter2 .