Hubungan Antar Variabel-Variabel Karakteristik Keluarga Di Jawa Barat (Bagian 4)

oleh :
Dr. Ir. Herien Puspitawati, M.Sc., M.Sc
Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia,
Institut Pertanian Bogor


Menjawab Tujuan Khusus Ke-4

Untuk menjawab tujuan khusus ke-4  adalah untuk menganalisis  hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var7 sampai Var 12) dengan indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).

Tabel  2.5 menyajikan tabel matriks korelasi antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var7 sampai Var 12) dengan indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).      Tabel  2.5 dan Gambar  2.4 adalah analisis untuk menjawab tujuan khusus 4.

Tabel 2.5.   Tabel matriks korelasi antara variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera  dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera  dengan indikator  rumah keluarga sehat.

Keterangan:  * (p  ≤ 0,05) ; ** (p  ≤ 0,01). Diolah dengan Pearson Correlation.
Sumber:  BKKBN Jawa Barat,  2020  (diolah).

Hubungan  antar variabel yang berkorelasi positif/negatif  dari arah  awal indikator  rumah keluarga sehat dapat ditulis secara statistik dengan urutan koefisien terbesar sampai terkecil dan mulai dari korelasi positi ke negatif  sebagai berikut:

  • Var 21 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 3 (r= 0,38*), Var 11 (r= 0,38*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 7 (r= -0,62**), Var 12 (r= -0,41*).
  • Var 22 berhubungan positif signifikan dengan Var 12 (r= 0,47*). dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 6 (r= -0,55**), Var 2 (r= -0,49**), Var 4 (r= -0,40*), Var 3(r= -0,38*).
  • Var 23 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 5 (r= 0,65**), Var 11 (r= 0,41*), Var 12 (r= 0,40*), Var 1 (r= 0,40*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 10 (r= -0,75**).
  • Var 24 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 10 (r= 0,76**).
  • Var 25 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 8 (r= 0,50**).
  • Var 26 berhubungan positif signifikan dengan Var 5 (r= 0,45*), Var 12 (r= 0,42*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var  10 (r= -0,67**), Var 2 (r= -0,46*).
  • Var 27 berhubungan positif  signifikan dengan Var 9 (r= 0,65**), Var 5 (r= 0,64**),  Var  11 (r= 0,47*), dan Var 12 (r= 0,45*).

Hasil korelasi seperti tersaji pada tabel matriks korelasi dapat diterjemahkan berdasarkan penjelasan makna hubungan antar variabel adalah sebagai berikut:

  • Var 21 (Keluarga berdasarkan  jenis lantai ubin/keramik (lantai ubin))  berhubungan positif  signifikan dengan  Var 3  (Seluruh anggota keluarga bila sakit berobat ke fasilitas kesehatan (berobat)) (r= 0,38*), Var 11 (Keluarga memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya (akses media)) (r= 0,38*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 7  (Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih menjadi peserta KB (peserta KB)) (r= -0,62**), Var 12  (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus)) (r= -0,41*).
  • Var 22 (Keluarga berdasarkan sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) berhubungan positif  signifikan dengan Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus)) (r= 0,47*). dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 6 (Seluruh anggota keluarga menjalankan ibadah agama sesuai ketentuan agama yang dianut (ibadah)) (r= -0,55**), Var 2 (Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali sehari (makan 2 kali sehari)) (r= -0,49**), Var 4 (Seluruh anggota keluarga  memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian (pakaian berbeda)) (r= -0,40*), Var 3 (Seluruh anggota keluarga bila sakit berobat ke fasilitas kesehatan (berobat)) (r= -0,38*).
  • Var 23 (Keluarga berdasarkan bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas))  berhubungan positif  signifikan dengan  Var 5 (Seluruh anggota keluarga  makan daging/ikan/telur minimal seminggu sekali (makan protein)) (r= 0,65**), Var 11 (Keluarga memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya (akses media)) (r= 0,41*), Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus)) (r= 0,40*), Var 1 (Keluarga membeli satu stel pakaian baru untuk seluruh anggota keluarga minimal setahun sekali (1 stel pakaian)) (r= 0,40*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 10  (Keluarga ikut dalam kegiatan sosial di lingkungan rukun tetangga (RT) (Kegiatan sosial)) (r= -0,75**).
  • Var 24 (Keluarga berdasarkan kepemilikan rumah milik sendiri (rumah milik))  berhubungan positif  signifikan dengan  Var 10 (Keluarga ikut dalam kegiatan sosial di lingkungan rukun tetangga (RT) (Kegiatan sosial)) (r= 0,76**).
  • Var 25 (Keluarga berdasarkan luas rumah ≥ 8 meter(luas rumah)) berhubungan positif  signifikan dengan  Var 8 (Keluarga memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000,00 (tabungan)) (r= 0,50**).
  • Var 26 (Keluarga berdasarkan sumber air minum ledeng/kemasan (ledeng) berhubungan positif  signifikan dengan Var 5 (Seluruh anggota keluarga  makan daging/ikan/telur minimal seminggu sekali (makan protein)) (r= 0,45*), Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus)) (r= 0,42*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var  10 (Keluarga ikut dalam kegiatan sosial di lingkungan rukun tetangga (RT) (Kegiatan sosial)) (r= -0,67**), Var 2 (Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali sehari (makan 2 kali sehari)) (r= -0,46*).
  • Var 27 (Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri)) berhubungan positif  signifikan dengan Var 9 (Keluarga melakukan komunikasi antar anggota keluarga (komunikasi)) (r= 0,65**), Var 5 (Seluruh anggota keluarga  makan daging/ikan/telur minimal seminggu sekali (makan protein)) (r= 0,64**),  Var  11 (Keluarga memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya (akses media)) (r= 0,47*), dan Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial (pengurus)) (r= 0,45*).

Hubungan  antar variabel yang berkorelasi positif/negatif  dari arah  awal  variabel  indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera  dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera  dapat ditulis secara statistik dengan urutan koefisien terbesar sampai terkecil dan mulai dari korelasi positi ke negatif  sebagai berikut:

  • Var 1 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (r= 0,40*).
  • Var 2 berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (r= -0,49**), Var 26 (r= -0,46*).
  • Var 3 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 21 (r= 0,38*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (r= -0,38*).
  • Var 4 berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (r= -0,40*).
  • Var 5 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (r= 0,65**), Var 27 (r= 0,64**).
  • Var 6 berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (r= -0,55**).
  • Var 7 berhubungan negatif  signifikan dengan Var 21 (r= -0,62**).
  • Var 8 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 25 (r= 0,50**).
  • Var 9 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 27 (r= 0,65**).
  • Var 10 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 24 (r= 0,76**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 23 (r= -0,75**), Var 26 (r= -0,67**).
  • Var 11 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 21 (r= 0,38*), Var 23 (r= 0,41*) dan   Var 27 (r= 0,47*).
  • Var 12 berhubungan positif  signifikan dengan  Var 22 (r= 0,47*), Var 23 (r= 0,40*), Var 25 (r= 0,46*), Var 26 (r= 0,42*), Var 27 (r= 0,45*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 21 (r= -0,41*).

Hasil korelasi seperti tersaji pada tabel matriks korelasi dapat diterjemahkan berdasarkan penjelasan makna hubungan antar variabel adalah sebagai berikut:

  • Var 1 (Keluarga membeli satu stel pakaian baru untuk seluruh anggota keluarga minimal setahun sekali) berhubungan positif signifikan dengan  Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= 0,40*).
  • Var 2 (Seluruh anggota keluarga makan minimal 2 kali sehari) berhubungan negatif signifikan dengan Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) (r= -0,49**), Var 26 (Keluarga berdasarkan  sumber air minum ledeng/kemasan (ledeng) (r= -0,46*).
  • Var 3 (Seluruh anggota keluarga bila sakit berobat ke fasilitas kesehatan) berhubungan positif  signifikan dengan  Var 21 (Keluarga berdasarkan  jenis lantai ubin/keramik (lantai ubin)) (r= 0,38*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) (r= -0,38*).
  • Var 4 (Seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian)  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) (r= -0,40*).
  • Var 5 (Seluruh anggota keluarga makan daging/ikan/telur minimal seminggu sekali)  berhubungan positif  signifikan dengan  Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= 0,65**), Var 27 (Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri) (r= 0,64**).
  • Var 6 (Seluruh anggota keluarga menjalankan ibadah agama sesuai ketentuan agama yang dianut) berhubungan negatif  signifikan dengan Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) (r= -0,55**).
  • Var 7 (Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih menjadi peserta KB) berhubungan negatif  signifikan dengan Var 21 (Keluarga berdasarkan  jenis lantai ubin/keramik (lantai ubin)) (r= -0,62**).
  • Var 8 (Keluarga memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000) berhubungan positif signifikan dengan  Var 25 (Keluarga berdasarkan  luas rumah ≥ 8 meter(luas rumah)) (r= 0,50**).
  • Var 9 (Keluarga melakukan komunikasi antar anggota keluarga) berhubungan positif  signifikan dengan  Var 27 (Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri)) (r= 0,65**).
  • Var 10 (Keluarga ikut dalam kegiatan sosial di lingkungan rukun tetangga (RT)) berhubungan positif signifikan dengan  Var 24 (Keluarga berdasarkan  kepemilikan rumah milik sendiri (rumah milik)) (r= 0,76**) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= -0,75**), Var 26 (Keluarga berdasarkan  sumber air minum ledeng/kemasan (ledeng)) (r= -0,67**).
  • Var 11 (Keluarga memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya) berhubungan positif signifikan dengan  Var 21 (Keluarga berdasarkan  jenis lantai ubin/keramik (lantai ubin)) (r= 0,38*), Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas) ) (r= 0,41*) dan   Var 27 (Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri)) (r= 0,47*).
  • Var 12 (Keluarga memiliki anggota yang menjadi pengurus kegiatan sosial) berhubungan positif signifikan dengan  Var 22 (Keluarga berdasarkan  sumber penerangan listrik (penerangan listrik)) (r= 0,47*), Var 23 (Keluarga berdasarkan  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas)) (r= 0,40*), Var 25 (Keluarga berdasarkan  luas rumah ≥ 8 meter(luas rumah)) (r= 0,46*), Var 26 (Keluarga berdasarkan  sumber air minum ledeng/kemasan (ledeng) (r= 0,42*), Var 27 (Keluarga berdasarkan  fasilitas BAB jamban sendiri (jamban sendiri)) (r= 0,45*) dan  berhubungan negatif  signifikan dengan Var 21(Keluarga berdasarkan  jenis lantai ubin/keramik (lantai ubin)) (r= -0,41*).

       Interpretasi secara garis besar adalah:

  • Keluarga yang mampu membeli satu stel pakaian baru untuk seluruh anggota keluarga minimal setahun sekali) cenderung untuk mempunyai bahan bakar listrik/gas.
  • Keluarga yang mampu makan minimal 2 kali sehari untuk seluruh anggota keluarga cenderung untuk mempunyai sumber penerangan listrik dan  sumber air minum ledeng/kemasan.
  • Keluarga yang mampu berobat ke fasilitas kesehatan apabila sakit untuk seluruh anggota keluarga cenderung untuk mempunyai jenis lantai ubin/keramik namun mempunyai sumber penerangan cenderung bukan listrik.
  • Keluarga yang mampu memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian untuk seluruh anggota keluarga cenderung untuk mempunyai sumber penerangan bukan listrik.
  • Keluarga yang mampu makan daging/ikan/telur minimal seminggu sekali untuk seluruh anggota keluarga cenderung untuk mempunyai  bahan bakar listrik/gas (bahan bakar gas dan mempunyai  fasilitas BAB jamban sendiri.
  • Pasangan Usia Subur dengan dua anak atau lebih yang menjadi peserta (KB)  cenderung untuk mempunyai  jenis lantai bukan ubin/keramik.
  • Keluarga yang memiliki tabungan dalam bentuk uang/emas/tanah/hewan minimal senilai Rp. 1.000.000 cenderung untuk mempunyai luas rumah ≥ 8 meter2 .
  • Keluarga yang melakukan komunikasi antar anggota keluarga cenderung untuk mempunyai fasilitas BAB jamban sendiri.
  • Keluarga yang ikut dalam kegiatan sosial di lingkungan rukun tetangga (RT)) cenderung untuk mempunyai rumah milik sendiri,  bahan bakar bukan listrik/gas dan  sumber air minum bukan ledeng/kemasan.
  • Keluarga yang memiliki akses informasi dari media massa dan lainnya cenderung untuk mempunyai jenis lantai ubin/keramik,  bahan bakar listrik/gas, dan   fasilitas BAB jamban sendiri.
  • Keluarga yang memiliki anggota menjadi pengurus kegiatan sosial cenderung untuk mempunyai sumber penerangan listrik,  bahan bakar listrik/gas,  luas rumah ≥ 8 meter2, sumber air minum ledeng/kemasan dan  fasilitas BAB jamban sendiri namun memiliki  jenis lantai bukan ubin/keramik.

Hubungan antar variabel-variabel karakteristik keluarga di Jawa Barat disamping disajikan dalam tabel juga disajikan dalam gambar.  Hasil sajian dalam gambar secara garis besar dapat dilihat pada Gambar  2.1 sampai  2.4.

Gambar 2.1.   Hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var 7 sampai Var  12).   Gambar  2.1  adalah hasil untuk menjawab tujuan khusus 1 (Menganalisis hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera).
Sumber:  BKKBN Jawa Barat, 2020 (diolah).  (Ini bukan Path Analisis;  Garis hanya menunjukkan hasil korelasi yang signifikan saja).

 

Gambar 2.2.  Hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var7 sampai Var 12) dengan indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan (Var 13 sampai Var 19).    Gambar 2.2  adalah hasil untuk menjawab tujuan khusus 2 (Menganalisis hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera dengan indikator kesertaan keluarga dalam kelompok kegiatan).
Sumber:  BKKBN Jawa Barat, 2020 (diolah). (Ini bukan Path Analisis;  Garis hanya menunjukkan hasil korelasi yang signifikan saja).

 

Gambar 2.3.  Hubungan antara  variabel-variabel indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).      Gambar 2.3  adalah hasil untuk menjawab tujuan khusus 3 (Menganalisis hubungan antara  variabel-variabel indikator  rumah keluarga sehat).
Sumber:  BKKBN Jawa Barat, 2020 (diolah).   (Ini bukan Path Analisis;  Garis hanya menunjukkan hasil korelasi yang signifikan saja).

 

Gambar 2.4.  Hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera (Var 1 sampai Var 6) dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera (Var7 sampai Var 12) dengan indikator  rumah keluarga sehat (Var 20 sampai 27).      Gambar  2.4  adalah hasil untuk menjawab tujuan khusus 4 (Menganalisis hubungan antara  variabel-variabel indikator kebutuhan dasar keluarga sejahtera dan Indikator pengembangan keluarga sejahtera dengan indikator  rumah keluarga sehat).
Sumber:  BKKBN Jawa Barat, 2020 (diolah). (Ini bukan Path Analisis;  Garis hanya menunjukkan hasil korelasi yang signifikan saja).