BKKBN Dorong Program SSK Agar Masuk Kurikulum Pendidikan

dari : rri.co.id

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat targetkan pembentukan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pada tahun ini, minimal 1 sekolah di setiap kota kabupaten di Jawa Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Uung Kusmana mengungkapkan, Kabupaten Bandung menjadi daerah pelopor pertama berdirinya SSK di Jawa Barat yang berlokasi di SMPN 1 dan SMPN 2 Cilengkrang.

“Untuk SSK sendiri target Jawa Barat pada tahun ini minimal 1 Sekolah di setiap Kota Kabupaten bisa terbentuk, dan saat ini Kabupaten Bandung menjadi daerah yang mempelopori SSK itu,”ungkapnya, Kamis (8/10/2020).

Pendirian SSK ini pun tidak serta merta di bentuk tanpa perencanaan, Uung memaparkan, pihaknya saat ini lebih memprioritaskan pembentukan SSK di daerah yang lebih terpelosok dahulu sebelum nantinya kedaerah pusat pusat perkotaan.

“Kami menggerakan seluruh personil BKKBN untuk menyasar sekolah sekolah yang berada di perbatasan, ataupun pelosok pelosok yang sulit informasi, karena tidak bisa di pungkiri, minimnya informasi yang di dapatkan oleh generasi muda akan masalah kependudukan, kesehatan reproduksi, dan Generasi Berencana, menyebabkan tingginya angka pernikahan muda di Jawa Barat yang jelas saja dampak buruknya memicu Stunting dan angka kematian ibu ketika melahirkan,”paparnya.

Sementara itu Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Hasto Wardoyo kepada awak media di Kantor BKKBN Jawa Barat menjelaskan, SSK sendiri merupakan bentuk upaya BKKBN untuk menekan Stunting dan Angka Kematian Ibu Ketika melahirkan. Karena sampai saat ini paradigma masyarakat tentang menikah kan anak usia dini masih sering di lakukan di setiap daerah.

“BKKBN sekarang kan maunya menjadi sahabat remaja atau generasi milenial. Karena yang memengaruhi struktur penduduk adalah generasi milenial. Sehingga BKKBN ganti logo dan ganti jargon menjadi ‘Hidup Berencana Itu Keren’. Hal tersebut dikarenakan untuk merespon anak-anak muda, dan memang kami titip ‘Dua Anak Lebih Sehat’. Sehingga kita harus dekat dengan pemuda atau remaja. Yang akan memengaruhi kawin dini remaja, yang akan memengaruhi kelahiran dengan jarak dekat juga remaja. Sasaran strategisnya kan itu. Selain itu juga ini menjadi bentuk upaya kami setelah di amanatkan oleh pak Presiden untuk berupaya menekan stunting dan angka kematian ibu ketika melahirkan, sehingga penting para remaja ini di wadahi dan di berikan edukasi tentang hal seperti ini,”jelas Hasto.

Untuk mendorong program SSK ini Hasto menambahkan, pihaknya pun sudah berkomunikasi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk mengkaji bersama agar program SSK ini bisa masuk kedalam kurikulum pendidikan dalam jangka panjang, sehingga peran serta tenaga pengajar untuk mengedukasi Generasi penerus bangsa tidak hanya sekedar ilmu eksak semata.

“Pernah dibahas dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Saya pernah minta masuk ke kurikulum tapi prosesnya berat. Sehingga kami berjuang di sekolah, jadi untuk program-program Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan Generasi Berencana (GenRe). Kami bergerak terus untuk mewujudkan program tersebut. Tapi kami berharap kedepan ada Kurikulum yang kami upayakan bisa terwujud,”tutupnya.