Ayo…..Menjadi Peserta KB Pria, Peran Kaum Pria Sangat Penting Untuk Suksesnya Program Bangga Kencana……!

dari : beredukasi.com

WAKIL Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyerukan agar para pria lebih berperan dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Alhamdulillah saya adalah bagian dari para pria sejati ini yang menjadi motivator untuk mengajak para pria lain untuk menjadi peserta program keluarga berencana. Tidaklah benar kalau Program KB atau kini menjadi Bangga Kencana seolah-olah hanya untuk kaum perempuan. Laki-laki juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun keluarga berkualitas dengan cara turut mengendalikan kelahiran,” ungkap Yana.

Lebih lanjut Yana menjelaskan melalui program-program Bangga Kencana, para keluarga bisa merencanakan kehidupan masa depan keluarganya dengan memberikan pendidikan yang baik, menjaga kesehatan, serta memberikan ruang kreativitas dan inovasi berkembang dengan baik.

“Peran kaum pria sangat diharapkan untuk suksesnya program Bangga Kencana. Peran kaum pria sangat penting, baik dalam konteks sebagai kepala rumah tangga maupun sebagai pengarah masa depan keluarga khususnya, serta pengarah masa depan bangsa pada umumnya. Program KB bukan hanya tanggung jawab kaum ibu. Karena itu, para pria pun harus berpartisipasi di dalamnya, melalui kontrasepsi mantap atau vasektomi secara sukarela,” jelasnya.

Kang Uung panggilan akrab Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Kusmana, secara khusus melaporkan kepada Kang Yana tentang rebranding yang dilakukan BKKBN. Perubahan akronim dari KKBPK (kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga) menjadi Bangga Kencana membawa pesan penting terkait pengarusutamaan pembangunan keluarga. Sebelumnya, program KB atau KKBPK identik dengan kontrasepsi. Dengan perubahan tersebut, Uung berharap cara pandang masyarakat terhadap program juga berubah.

“Program KB itu bukan kontrasepsi. KB itu merencanakan dari awal. Belum banyak yang menyadari secara hakiki pembangunan keluarga. Pembangunan keluarga jadi entry point karena tidak ada satu keluarga pun yang tidak memiliki rencana. Kini saatnya bersama-sama merencanakan keluarga berkualitas. Caranya dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Bila delapan fungsi ini diimplementasikan dalam keluarga, insyaalloh akan terwujud keluarga berkualitas,” ungkapnya.

Di sisi lain, Uung menyampaikan terima kasih kepada Direktur RS Kebonjati yang telah bekerja sama dengan DPPKB Kota Bandung untuk menyelenggarakan pelayanan vasektomi. Bukan tanpa alasan, rumah sakit yang didirikan perkumpulan masyarakat Tionghoa pada 1943 tersebut merupakan satu-satunya rumah sakit swasta di Kota Bandung yang melayani vasektomi.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Bandung Andri Darusman menjelaskan, dalam rangkaian kegiatan tersebut pihaknya melayani tujuh peserta MOP. Jumlah tersebut hampir setengah dari target yang dibebankan kepada Kota Bandung sebanyak 15 orang sepanjang tahun ini. Lambatnya capaian vasektomi berkaitan dengan situasi pandemi Covid-19 yang sempat menghentikan sejumlah layanan kesehatan, termasuk pelayanan kontrasepsi.

“Pada kegiatan hari ini sebenarnya ada delapan yang siap dilayani. Berhubung satu hal satu orang mengundurkan diri karena menderita darah tinggi. Sesuai ketentuan, penderita darah tinggi tidak bisa diberikan tindakan operasi. Kami menargetkan sisa target dapat terlampaui sampai akhir tahun ini. Secara keseluruhan, kesertaan KB di Kota Bandung berkisar pada angka 70 persen,” ungkap Andri. (Tesaf).