Unpad-BKKBN Siap Bersinergi Turunkan Stunting Jabar

SIARAN PERS
Untuk disiapkan segera

Unpad-BKKBN Siap Bersinergi Turunkan Stunting Jabar


BANDUNG | 27 JUNI 2022

Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Rina Indiastuti memastikan siap mendukung dan berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Barat. Rina mengungkapkan hal itu saat menerima audiensi Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto dan rombongan di Ruang Rapat Rektor Unpad, Kampus Jatinangor, Jalan Bandung-Sumedang KM 21, belum lama ini.

Turut mendampingi Rektor antara lain Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Hendarmawan, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Widya Setiabudi Sumadinata, Direktur Kerjasama dan Korporasi Akademik Budi Setiabudiawan, dan sejumlah pejabat terkait. Dari pihak BKKBN, turut mendampingi Bonivasius antara lain Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Wahidin, Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan, Koordinator Pendamping Perguruan Tinggi, dan Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat Irfan Indriastono.

“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Unpad sangat concern pada pengembangan tri dharma perguruan tinggi. Dalam hal ini, kolaborasi pencegahan stunting sangat terbuka untuk dilakukan melalui program pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ungkap Rina.

Menanggapi tawaran tersebut, Bonivasius menilai banyak hal yang bisa dikolaborasikan antara BKKBN sebagai koordinator pelaksana percepatan penurunan stunting dengan Unpad sebagai lembaga pendidikan tinggi. Setidaknya hal itu bisa dilakukan dengan mengimplementasikan program atau kegiatan yang sudah berjalan. Salah satunya terkait penguatan Pojok Edukasi Kependudukan untuk Masyarakat (Pesat).

“Dalam konteks pengabdian masyarakat seperti disampaikan Bu Rektor, kolaborasi bisa dilakukan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tema khusus stunting. Terkait penelitian, Unpad bisa berperan dalam penguatan riset tentang stunting maupun Bangga Kencana pada umumnya. Unpad juga bisa terlibat sebagai tim uji coba Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022. Tentu saja kolaborasi bisa dikembangkan lebih lanjut melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” ungkap Bonivasius.

Secara teknis, sambung Bonivasius, pembekalan KKN Tematik dan MBKM Desa Membangun bisa dilakukan dengan metode e-learning maupun tatap muka. Dalam hal ini, BKKBN menyiapkan narasumber dan instruktur. Adapun Unpad menyiapkan mahasiswa peserta KKN dan penempatan di lokasi kegiatan.

Di samping itu, sambung Bonivasius, BKKBN juga ikut mendampingi Unpad dalam pengajuan proposal Kedaireka untuk tema-tema yang terkait dengan stunting. Kedaireka merupakan terobosan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) sebagai tempat bertemunya perguruan tinggi dan dunia usaha dan dunia industri untuk berkolaborasi menciptakan beragam inovasi.

“Kedaireka merupakan ruang kolaborasi dan kerja sama, sehingga terjadi link and match dan kerja sama pentahelix antara dunia usaha dan dunia industri dengan perguruan tinggi. Kedaireka sebagai match meeting point yang memberikan akses bagi perguruan tinggi, dalam hal ini termasuk menjadikan stunting dan Bangga Kencana sebagai objek kolaborasi dan kerja sama,” papar Bonivasius.

Di bagian lain, Kepala BKKBN Jabar Wahidin mengaku bersyukur bisa terus berkolaborasi dengan Unpad. Selama ini Unpad-BKKBN sudah berjalan bersama dalam sejumlah program dan kegiatan. BKKBN Jabar kerap menghadirkan pakar-pakar kependudukan Unpad sebagai narasumber maupun riset terkait program Bangga Kencana.

“Bahkan, kerjasama Unpad dan BKKBN sudah lebih menyentuh akar rumput. Perlu kami laporkan kepada Pak Deputi, BKKBN Jawa Barat dan Unpad mengembangkan Kampung KB Percontohan yang dibina langsung oleh Unpad. Mudah-mudahan kolaborasi dan kerja sama ini bisa berkelanjutan,” ungkap Wahidin.(NJP)