Evaluasi Optimalisasi DAK 2022 : Kepala Perwakilan Bisa Terealisasi Minimal 95%

GARUT — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs. Wahidin, memberikan arahan tegas pada Pertemuan Evaluasi dan Optimalisasi Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Sub Bidang KB Tahun Anggaran 2022 dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Santika, Kabupaten Garut, (19/9/2022).

 

 

“DAK (Dana Alokasi Khusus) Sub Bidang KB hadir untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pelaksanaan Program Pemerintah, khususnya pelaksanaan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Tingkat Kabupaten/Kota. Berdasarkan evaluasi terakhir, realisasinya masih harus ditingkatkan. Untuk DAK Fisik baru mencapai 20,76% dan DAK Nonfisik atau BOKB sebesar 22,03%. Harapan kami agar capaian di akhir tahun 2022 harus sesuai dengan target yang telah ditetapkan antara Kemenkeu, Bappenas dan BKKBN RI, bahwa untuk tahun 2022 realisasi dana DAK Subbidang KB minimal sebesar 95%,” tegas-nya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil evaluasi pelaksanaan DAK semester I bisa segera ditindaklanjuti, kemudian jika ditemukan berbagai permasalahan, pada forum ini didiskusikan dengan para pengelola di Kabupaten Kota. Sekaligus bisa berbagi best practices. Sehingga, kebermanfaatan atas Program Bangga Kencana serta Program Percepatan Penurunan Stunting melalui dana DAK benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat, karena tugas pemerintah adalah menjamin bahwa program pemerintah telah diterima (delivered) oleh masyarakat.

 

 

Tak lupa, Biro Perencanaan  BKKBN RI yang kali ini diwakili Eko Yuliawan Prawiro Yudho berpesan, bahwa DAK ini harus mempunyai daya ungkit/kontribusi terhadap pencapaian sasaran kinerja (target), khususnya terhadap pelaksanaan Program KB.

“Untuk itu, kami harapkan agar Kabupaten/Kota dapat mengoptimalkan dan memanfaatkan DAK ini sebaik mungkin,” pungkas Eko.