Komisi IX DPR-RI Dan BKKBN Terus Kampanyekan Tentang Stunting

dari : jakposnews.com

Kegiatan kampanye dalam rangka penurunan angka Stunting terus gencar dikampanyekan oleh Komisi IX DPR – RI , drg Putih Sari Bersama BKKBN Pusat,Safrina Salim. SKM. M. Kes Direktur Kesehatan Reperoduksi. maupun BKKBN Perwakilan Jawa Barat,Sekar. A. Tresnawati S.Pd. Sub Kordinator Kerjasama Pendidikan Kependudukan serta Dinas Pengendalian Penduduk KB. (DPPKB)Pemkab Bekasi Drs H Jainih MM. Kali ini kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jumat (16/11/22).

” Komisi IX DPR RI . Khusunya drg Putih Sari. Tetap semangat mengumandangkan penurunan angka Stunting sampai kondisinya dianggap aman. Dan masyarakat kabupaten Bekasi dengan balita nya selalu terpenuhi gizi nya.” Demikian di kata Dedi staf khusus komisi IX mewakili drg Putih Sari yang tidak dapat hadir kali ini. Dikarenakan kondisi fisiknya sedang tidak sehat.

Sementara itu. Nara Sumber dari BKKBN Pusat,Safrina Salim Menjelaskan Soal Stunting atau gagal tumbuh masih bisa diperbaiki. Asal sang bayi masih berusia dibawah dua tahun. Atau disebut Periode Emas. Yang bisa diperbaiki yaitu . Perbaiki Gizi nya. Dan bila sakitnya didapatkan ada infeksi. Masih bisa di obati atau diperbaiki. Tetapi ! , Apa bila si bayi sudah berusia diatas dua tahun sulit untuk diperbaiki lagi. Tidak bisa lagi secara cepat pertumbuhan ny.a sampai periode ke empat, karena pertumbuhan sel otaknya hanya 80 persen. Kata Safrita Salim

” Untuk menjaga periode Emas ga mahal ko. Dalam menjaga nya kita harus konsisten. Selalu mengecek perkembangan tumbuh bayi. Kita harus selalu mengontrol perkembang fisik nya. Dan harus selalu bertambah berat badan nya sesuai teorinya. 2 x 1+8. Artinya berat badan ideal bayi. Harus 10 kilo gram atau 8 kilo gram diusia satu sampai dua tahun” katanya.

Lalu Safrina mencoba membangkitkan daya ingat peserta. Apa yang terlintas dalam pikiran. Bila melihat mobil bermerek BKKBN. Alkon kata peserta. Benar kata Safrina . Tetapi bukan itu aja makna nya. BKKBN hadir sebagai pencerdas keluarga yang selalu harus. Memiliki rencana. Yaitu rencana menjaga jarak usia kelahiran. Merencanakan jumlah keturunan. Juga kehadiran BKKBN sebagai siklus kehidupan. Mencerdaskan masyarakat, dalam mengimbangi kelahiran. Mengimbangi jumlah penduduk. Jelas Nya

Lain hal nya dengan Sekdin PPKB Pemkab Bekasi. Drs H Jainih MM. Tetap dia mengingatkan bagi ibu yang masa kehamilan hindari menjadi perokok atau hindari dari asap rokok. Karena asap rokok yang terhisap dapat mengganggu perkembangan janin. Oleh karenanya dia mengharapkan kepada pecandu asap rokok. Janganlah merokok berdekatan dengan wanita masa kehamilan. Atau hindari dari balita. Dia menguatirkan pekembamg bayi terhambat. Lantaran sang bayi tidak namsu makan. Sehingga gizi yang diasumsi nya menjadi buruk. Sehingga sang bayi gagal tumbuh atau Stunting,Kata Jainih. (Faril)